Selamat datang

Tampilkan postingan dengan label Hewan Herbivora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan Herbivora. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 November 2024

Mamalia lautan

 Paus Mamalia Di Dasar Laut

Paus adalah salah satu jenis hewan terbesar di dunia yang menguasai wilayah lautan. Hewan ini kerap disebut sebagai ikan, padahal nyatanya bukan. Simak penjelasan di bawah ini.
Di seluruh lautan di dunia, paus tersebar dengan berbagai famili. Status paus merupakan hewan yang dilindungi karena populasinya yang terancam.

Namun sayangnya, saat ini populasi paus terus menurun sebagai akibat dari perburuan liar yang dilakukan manusia.

KENAPA TIDAK TERMASUK IKAN?

Menurut buku "Mamalia" karya Syerif Nurhakim Dede Abdurohman, paus tidak termasuk ke dalam golongan ikan karena tidak dapat bernafas dalam air
Ketika bernafas paus harus menuju ke permukaan untuk mengambil udara melalui lubang udara di atas kepala mereka. Diketahui paus tergolong ke dalam jenis mamalia terbesar yang hidup di lautan.

Menurut Jumanta dalam bukunya yang berjudul Buku Pintar Hewan, paus sebagai salah satu mamalia juga memiliki paru-paru, kelenjar susu, mempunyai rambut dan berdarah panas. Seperti hewan mamalia lainnya paus juga akan melahirkan dan menyusui anaknya.

Hewan ini merupakan hewan pemakan daging (karnivora) tetapi juga dapat memakan tumbuhan (herbivora).

Diketahui bahwa paus dapat memakan beberapa ton ikan kecil setiap harinya. Selain itu paus juga memiliki cadangan lemak di tubuhnya setebal lebih dari 30 cm.

Paus Terbesar di Dunia
Ukuran dari ikan paus bervariasi bergantung kepada spesiesnya. Spesies terbesar paus yaitu paus biru memiliki ukuran sekitar 30 meter dengan bobot 180 ton.

Sedangkan spesies kerdil yaitu paus sperma yang panjangnya sekitar 3,5 meter. Paus memiliki berbagai jenis sirip yaitu sirip samping, sirip punggung dan sirip ekor.

Mengutip dari IFL Science, paus terbesar yang diketahui hingga saat ini merupakan paus biru yang juga dilabeli sebagai hewan terbesar di Bumi. Mereka dapat tumbuh mencapai panjang 33 meter dan memiliki berat tiga kali lipat dari paus terbesar kedua.

Ukuran paus biru yang begitu besar dikhawatirkan dapat meningkatkan resiko kanker. Namun penelitian menemukan empat gen yang berperan penting yang tidak hanya meningkatkan ukuran tubuh paus tetapi juga melindungi dari risiko terkena kanker.

Ternyata risiko kanker yang dimiliki oleh paus tidak hanya berasal dari ukurannya saja tetapi juga berasal dari masa hidupnya yang lama. Peneliti kemudian menemukan dua gen yang menjadi penjelas mengapa paus tidak terkena kanker.

Gen GHSR dan IGFBP 7 merupakan kedua gen yang menekan risiko kanker pada paus. GHSR diketahui akan memengaruhi siklus sel dan IGFBP 7 dikenal dapat menekan beberapa jenis kanker. Hal ini menyebabkan paus dapat tumbuh tanpa terancam terkena penyakit kanker.


SUMBER FOTO:

RRI.co.id 

https://www.kompas.com/cekfakta/read/

SUMBER ARTIKEL:Detik.com/edu/detikpedia/






Jumat, 08 November 2024

kepunuhan hewan purba

 5 Hewan Purba yang Alami Kepunahan, Tak Hanya Dinosaurus Lho

Hewan purba merupakan binatang yang hidup pada zaman dahulu, tepatnya sebelum manusia modern ada di bumi. Tidak hanya dinosaurus, banyak hewan purba yang mengalami kepunahan karena kondisi bumi yang kian berubah dari waktu ke waktu.
Kepunahan menjadi salah satu proses dari siklus kehidupan dan disebut sebagai seleksi alam. Ahli memperkirakan setidaknya sekitar 4 miliar spesies telah berevolusi di planet bumi. Sementara itu, dari jumlah perkiraan total makhluk yang pernah hidup, sebagian besar telah punah.

Lantas, selain dinosaurus, hewan apa saja yang mengalami kepunahan? Melansir dari World Atlas, berikut pembahasannya.

1. Berang-berang Raksasa
Berang-berang raksasa atau Castoroides merupakan salah satu hewan purba yang telah punah. Binatang yang berukuran 2 meter ini memiliki tubuh dua kali lebih besar ketimbang spesiesnya yang sekarang masih ada.

Castoroides mempunyai gigi depan yang besar serta rahang yang kuat. Keduanya berfungsi untuk menggerogoti pohon dan cabang. Cakarnya yang besar berguna untuk menggali tanah hingga membentuk liang.

2. Gajah Kerdil
Jika gajah identik dengan tubuhnya yang besar, lain halnya dengan spesies yang satu ini. Gajah kerdil namanya, hewan itu ditemukan di pulau kecil Tilos, Yunani.

Kemunculan gajah kerdil memberikan contoh adanya fenomena dwarfisme, di mana suatu spesies menyusut dari waktu ke waktu untuk bertahan hidup. Semakin kecil ukuran, memungkinkan hewan tersebut untuk menghemat lebih banyak energi dan menyesuaikan dengan sumber daya yang langka.

Sebagai spesies gajah terakhir yang hidup di Eropa, gajah kerdil punah 4.000 tahun yang lalu. Mereka hidup di zaman Holosen

3. Mammoth Berbulu
Hewan mammoth merupakan mamalia yang hidup selama era Pleistosen. Mammoth berbulu terkenal karena gadingnya yang besar dan bulunya yang lebat.

Bulu mammoth memiliki dua lapisan, sehingga memungkinkan mereka untuk beradaptasi dan menjaganya dari suhu dingin di akhir zaman es Pleistosen.

4. Serigala Purba
Serigala purba berbeda dengan serigala pada umumnya. Hewan ini hidup selama periode Pleistosen akhir dan awal Holosen. Tubuhnya cenderung lebih besar dibandingkan dengan spesies yang hidup pada era modern.

Peneliti memperkirakan hewan ini telah punah lebih dari 10.000 tahun yang lalu dan mati pada akhir zaman es bersama dengan mammoth berbulu dan kucing bergigi pedang.

5. Kucing Bergigi Pedang
Hewan purba lainnya yang mengalami kepunahan adalah kucing bergigi pedang. Binatang ini menjadi predator yang hidup di berbagai benua, termasuk Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Eropa, dan Afrika.

Kucing bergigi pedang disebut sebagai predator puncak yang berarti mereka tidak perlu takut pada apapun dan dapat hidup dimanapun. Itulah mengapa mereka terdapat di banyak benua.

Fosil dari kucing bergigi pedang berasal dari 56 juta tahun lalu, selama era Eosen pertengahan hingga akhir. Ciri khas mereka adalah gigi taring yang panjang dan tajam serta menonjol hingga ke rahang bawah mereka.

SUMBER: https://apps.detik.com/detik/

Kamis, 07 November 2024

Animal in oceans

 

6 Hewan yang Hidup di Laut dan Dikenal Sebagai Hewan Tertua


Ada beberapa hewan yang hidup di laut dan dikenal sebagai hewan laut tertua yang hidup hingga saat ini. Kemampuannya terdiri dari kemampuan melindungi diri, beradaptasi dengan suhu air yang ekstrem, dan menggunakan gelombang suara untuk berkomunikasi.
Dikutip dari buku Dunia Bawah Laut, Sirazat (2019), melalui evolusi yang panjang, hewan-hewan ini tidak hanya bertahan hidup tetapi juga memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut global. Berikut beberapa di antaranya

1. Ubur-ubur Abadi (Turritopsis dohrnii)

  • Kemampuan Unik: Dapat meremajakan diri, menjadikannya hampir tidak bisa mati karena proses biologis alami.
  • Penemuan: Pertama kali ditemukan di Laut Mediterania
  • 2. Kerang Quahog (Arctica islandica)

    • Umur Panjang: Dapat hidup hingga ratusan tahun. Salah satu spesimen berumur lebih dari 500 tahun ditemukan di Islandia.
    • Habitat: Hidup di perairan dingin dan dalam di Atlantik Utara.

      3. Hiu Greenland (Somniosus microcephalus)

      • Umur: Diperkirakan dapat hidup hingga lebih dari 400 tahun.
      • Habitat: Ditemukan di perairan dingin Atlantik Utara dan Arktik.

        4. Spons Laut (Anoxycalyx joubini)

        • Umur: Beberapa spesimen diketahui berumur lebih dari 10.000 tahun.
        • Habitat: Ditemukan di perairan dingin Antarktika.

          5. Tiram Laut (Ostrea edulis)

          • Umur: Dapat hidup lebih dari 100 tahun.
          • Habitat: Biasanya ditemukan di perairan pesisir Eropa.
          • SUMBER:https://kumparan.com/
InformaSUsi penting disajikan secara kronologis
Lihat Breaking News

hewan di daratan

 ANIMAL IN THE LAND

Millions of years ago, all animals on Earth were aquatic and lived in water, such as in the oceans. Then, around 425 million years ago, terrestrial animals began to colonize the land. The word terrestrial comes from Latin terrestris (earthly) and -alis (of), which together mean ''of the earth.'' When something is terrestrial, its life cycle is bound to the land. A pine tree is terrestrial because its primary habitat is on land. Terrestrial plants include many trees, flowering plants, and bushes. Water lilies are not terrestrial because they live in the water. Terrestrial animals, like terrestrial plants, also spend most of their lives on land.


List of Animals on Land

Some examples of terrestrial land animals include beetles, lizards, kangaroos, tigers, lions, wolves, dogs, and zebras. Although terrestrial animals primarily spend their lives on the land, they may also live in the soil, sand, or trees. And even though terrestrial animals are bound to land biomes, some may get their food from water sources, such as grizzly bears fishing for salmon.

A photograph depicting a beetle, which is a terrestrial animal.











A photograph depicting a bear, which is a terrestrial animal









A photograph depicting a tiger in the grass, which is a terrestrial animal.
   




SUMBER:https://study.com/academy/lesson/examples-of-terrestrial-animals

Sea Lion

Singa laut Singa laut  adalah  hewan pinniped yang dicirikan oleh  penutup telinga  luar  , sirip depan yang panjang, kemampuan berjalan den...